Site icon Naskahmerdeka.id

Projo Tubaba minta Ombusman Lampung Periksa Layanan Bank BRI Unit Panaragan Jaya

Naskahmerdeka.id,  Tubaba – Layanan Bank BRI Unit Panaragan Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat, diduga diwarnai arogansi dan maladministrasi.

Dugaan ini mencuat setelah seorang nasabah berinisial J, warga Tiyuh Panaragan, mengungkapkan kekecewaannya atas pelayanan bank terkait pengembalian Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) yang dijadikan jaminan tambahan atas pinjamannya.

Peristiwa tersebut bermula pada Kamis (24/10/2024) ketika J mendatangi kantor Bank BRI untuk menanyakan keberadaan BPKB kendaraan miliknya.

Kendaraan tersebut dijadikan agunan tambahan, meskipun jaminan utama berupa Sertifikat Tanah sudah diserahkan kepada pihak bank. J berencana menjual kendaraan itu guna melunasi sisa pinjaman, namun pihak bank sempat menolak pengembalian BPKB meskipun jaminan utama sudah mencukupi.

J menegaskan bahwa dalam perjanjian awal tidak ada kewajiban untuk menyerahkan jaminan tambahan berupa BPKB.

“Maka saya mau ambil BPKB mobil itu, karena saya akan menjualnya. Sesuai perjanjian, tidak ada tambahan jaminan lain,” jelasnya.

Sikap pimpinan bank yang dinilai arogan memicu emosi nasabah. Setelah berulang kali menegaskan haknya, pihak bank akhirnya mengembalikan BPKB tersebut.

“Saya berharap dari awal dilayani dengan baik dan bijak. Giliran saya tegas, baru diberikan. Saya ini nasabah lama di BRI, mungkin itu pimpinan baru. Sebaiknya pimpinan bank melayani dengan baik, karena bagaimana pun mereka digaji dari uang rakyat,” ungkap J penuh kekecewaan.

Kasus ini menimbulkan pertanyaan mengenai prosedur pelayanan dan administrasi di Bank BRI Unit Panaragan Jaya, khususnya dalam penanganan agunan nasabah.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Bank BRI belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan arogansi dan maladministrasi tersebut.

Menanggapi kejadian ini, Ketua Projo Tubaba, Santoso, turut menyayangkan sikap pimpinan Bank BRI Panaragan Jaya yang dinilai arogan.

“Hal seperti ini harus diawasi Ombudsman Lampung, apalagi ini adalah bank pemerintah. Seorang pimpinan harus bersikap ramah dan bijak dalam melayani nasabah, bukan malah sebaliknya,” tegas Santoso.

Sementara itu, konfirmasi dari pihak bank melalui kontak Juki, petugas BRI Panaragan Jaya, belum mendapatkan tanggapan lebih lanjut mengenai insiden tersebut.

Exit mobile version